Pages

Sunday, 20 January 2013

Hovercraft

Hovercraft, mungkin teman teman ada yang tahu atau pernah melihat apa itu hovercraft. Hovercraft merupakan sebuah wahana amphibi ( bisa bergerak di daratan dan perairan) dan juga kendaraan yang unik sekali dan sebetulnya sangat bermanfaat terutama di negara perairan seperti Indonesia ini. 

Pengertian Hovercraft sendiri secara teknis adalah adalah suatu kendaraan yang berjalan diatas bantalan udara (air cushion). Bantalan udara tersebut ditimbulkan dengan cara meniupkan udara ke ruang bawah hovercraft (plenum chamber) melalui skirt (sekat yang lentur) sehingga tekanan udara didalam plenum chamber lebih tinggi daripada tekanan udara luar sehingga timbul gaya angkat. Untuk menggerakkan hovercraft, digunakan gaya dorong yang diperoleh dari propeller seperti pada pesawat udara

Hovercraft memiliki 3 bagian penting, yaitu Hull, skirt dan sumber tenaga (machine). Hull merupakan bagian bodi utama yang terbuat dari bahan alumunium atau fiberglass serta di buat kedap air untuk menahan kebocoran serta di dalam nya di beri bahan polyurethane foam untuk menjaga tetap mengapung walau ada kebocoran dalam hull pada stadium tertentu. Bagian Skirt adalah ciri utama sebuah hovercraft, yaitu sebuah bagian yang membuat kendaraan ini mengapung/mengambang dan fungsinya menahan udara agar tidak keluar skirt sendiri terbuat dari bahan kain (tekstil) yang dilapisi karet. Yang terakhir adalah bagian mesin yang merupakan sumber tenaga dari kendaraan ini untuk bergerak, tersedia mesin bertenaga bensin atau diesel dan sebuah baling baling besar (propeller) untuk menghasilkan daya dorong.
Penjelasan singkatnya adalah: Mesin memutar baling-baling (fan) melalui gearbox atau belt drive. Aliran udara yang dihasilkan fan akan mendorong hovercraft bergerak ke depan. Agar hovercraftbisa mengambang (hover), sepertiga dari aliran fan disalurkan melalui transfer duct. Udara dari transfer duct akan mengisi dan mengembangkan bantalan udara (skirt) yang dipasang di sekeliling bodi. Bagian bawah bantalan udara dilubangi sehingga udara bisa mengalir ke bawah dan mengangkat hovercraft. Agar bisa berbelok, di belakang fan dipasang rudder (kemudi belok) yang akan mengarahkan aliran udara ke kiri atau ke kanan. Sedangkan untuk pengereman dilakukan dengan cara mengurangi tenagadorong (reduce power) dan menggerakkan rucWerpada posisi tertutup (closed). Setelah itu matikan mesin dan dan hovercraft akan menggelosor (sliding).

Sumber: Armandoh.com

No comments:

Post a Comment

Post a Comment